BERHENTILAH MENGHUJAT DPR!!

image

Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Nurhayati Ali Assegaf heran dengan pihak-pihak yang mempermasalahkan dirinya membawa anak saat kunjungan kerja ke Amerika Serikat. Sebaliknya, ia merasa bahwa seharusnya masyarakat berterima kasih karena anaknya membantu kegiatan perjalanan dinasnya di AS tanpa dibayar oleh negara.
“Saya pernah ngalamin, kenapa saya ajak anak saya, saya pernah sakit di hotel dan tidak bisa bangun. Hampir mati saya, berjuang untuk bangsa dan negara. Kemudian saya berpikir, karena ini perjalanan panjang dan melelahkan, apa salahnya saya ajak anak saya, biaya saya sendiri,” kata Nurhayati.

image

Hai para nyinyiers, dengar tuh aksi heroik pada wakil rakyat kita. Mereka rela menempuh risiko berbahaya untuk memperjuangkan kepentingan bangsa dan negara. Bahkan ada risiko mati di tempat tidur. Tega-teganya kalian nyinyirin anggota keluarga yang mereka bawa serta!

Meski para anggota dewan ini sudah mendapat tunjangan perawatan kesehatan yang lumayan besar, toh mereka juga manusia. Mereka bisa jatuh sakit ‘kan? Coba kalian bayangkan, kalau mereka masuk angin karena kelamaan berada dalam ruangan ber-AC. Siapa yang akan ngerokin mereka? Masa’ minta tolong pegawai hotel untuk ngerokin anggota dewan yang sangat terhormat. Apa kata dunia? Padahal bagi orang Indonesia, kerokan adalah obat paling mujarab untuk mengobati penyakit masuk angin. Pada situasi seperti ini,anggota keluarga memiliki peran yang sangat strategis dalam rangka tugas kenegaraan.

Menurut Nurhayati, para anggota itu telah mengorbankan kenyamanan mereka demi menjalankan tugas mulia dari negara. Mereka bisa saja toh enak-enak di rumah sambil mengikuti serial “Tukang Bubur Naik Haji”. Tapi gara-gara harus ikut mendampingi suami, isteri, atau orangtua mereka, maka mereka harus merelakan kehilangan beberapa episode. Di manakah rasa terimakasih kalian?

Dedikasi anggota DPR ini juga luar biasa. Mereka rela melakukan pekerjaan yang bukan bidang mereka. Contohnya ketua DPR, Meski tubuhnya lelah usai menunaikan tugas mereka, toh mereka dengan bungah menemui Donald Trump agar sudi berinvestasi di Indonesia. Hal ini sebenarnya tugas eksekutif. Tapi itulah mulianya hati anggota DPR mereka. Mereka melakukan tugas di luar kewajiban mereka. Setelah melakukan kerja keras ini, tentu mereka lelah. Badan mereka pegal-pegal. Lalu siapa yang akan memijit mereka? Masa’ sih mereka memanggil jasa pijat plus-plus? Ntar kalian nyinyir lagi. Di sinilah sekali lagi peran strategis anggota keluarga.

Dengarkanlah curahan hati Nurhayati ini dan menyesallah karena telah mengecam anggota DPR. “Mestinya terima kasih sama bapak-bapak yang mau ajak istrinya. Terima kasih sama anak-anak yang mau berkorban mendampingi orangtuanya. Harusnya masyarakat, teman-teman elite, siapa pun yang meributkan ini, harusnya mereka berterima kasih karena mereka biaya sendiri berkorban untuk bangsa dan negara,” ucapnya.

Mestinya kita bersyukur karena dengan pajak yang kita bayarkan, kita bisa membiayai perjalanan dinas mereka. Fitra memperkirakan perjalanan dinas kali ini setidaknya menghabiskan dana lebih Rp 10 M.

Biayanya memang besar, tapi ini demi menjaga martabat bangsa kita. Kalian tak mau kan para anggota dewan ini tampil kusut, kumal, dan bulukan gara-gara naik pesawat kelas ekonomi dan menginap di hotel medioker? Mereka ini wakil kita. Kalau mereka kelihatan sejahtera, itu untuk menunjukkan bahwa kita sudah sejahtera. Buktinya, kita mampu menghujani mereka dengan berbagai fasilitas, tunjangan dan gaji yang besar. maka dengan kesadaran sendiri mereka mengklaim membiayai sendiri perjalanan anggota keluarga mereka. Masih kurang mulia apa lagi mereka? 

Karena itu, sebagai ucapan terimakasih, kita meningkatkan status mereka. Selama ini kan status mereka hanya “Wakil Rakyat”, kita naikkan status mereka menjadi rakyat yang sejati. Gimana?!

Iklan